MOIST CARE
Pusat Penyembuhan Luka Indonesia
(Indonesian Wound Healing Center)

 

Selamat datang di Pusat Penyembuhan Luka. MOIST CARE adalah pelayanan kesehatan yang menkhususkan diri pada Layanan Therapy Luka yang sulit sembuh dan permasalahan kulit.

Dengan didukung para tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu serta dilengkapi dengan peralatan dan perangkat mutakhir pendukung kesembuhan luka, MOIST CARE kami siap memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik.

Penyembuhan luka yang dapat kami layani diantaranya:

  1. Penyembuhan Luka Diabetes
  2. Penyembuhan Luka Bakar
  3. Penyembuhan Luka Kanker
  4. Penyembuhan Luka dekubitus (luka tekan)
  5. Penyembuhan Luka pembuluh darah vena (Venous Ulcer)
  6. Penyembuhan Luka pembuluh darah arteri (Arterial Ulcer)
  7. Penyembuhan Luka Post Operasi
  8. Penyembuhan Luka Fistula
  9. Penyembuhan Luka Bisul
  10. Penyembuhan Luka kecelakaan
  11. Penyembuhan Penyakit Kulit / Alergi
  12. Penyembuhan Luka lainnya yang tak kunjung sembuh lebih dari 3 minggu
  13. Menghilangkan Keloid (Bekas Luka yang Menonjol)
Konsep perawatan luka dengan kekhususan pelayanan merupakan sebuah trend yang sedang berkembang didalam Jasa pelayanan kesehatan.
Therapy ini dikombinasi dengan therapy lainnya yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan rawat Luka sangat mengutamakan QOL (Quality of Life) dari klien yang membaik mulai dari perawatan pertamanya.
Menjadi rujukan dalam perawatan Luka dengan layanan prima dan harga terjangkau.

* Syarat dan ketentuan:
 - Penyulit terkontrol
 - Luas luka tidak lebih dari 10 x10 cm2
TAG:

 

 

Faktor-faktor yang dapat menyulikan dalam penyembuhan luka  

 

Faktor Lokal 

yang dapat mendukung penyembuhan luka

adalah kondisi luka seperti:

Faktor Umum

yang dapat menghambat proses penyembuhan luka

diantaranya adalah kondisi pasien secara umum seperti:

 
  1. Hidrasi luka,
  2. manajemen luka (aplikasinya),
  3. temperatur luka,
  4. adanya tekanan,
  5. gesekan atau keduanya,
  6. benda asing atau ada tidaknya infeksi.
  1. faktor usia,
  2. penyakit penyerta,
  3. vaskularisasi,
  4. status nutrisi,
  5. kegemukan,
  6. daerah gangguan sensasi dan pergerakan,
  7. status psikologikal,
  8. terapi radiasi dan obat – obatan.